PEMERIKSAAN ANTIGEN NS1 DENGUE

PENDAHULUAN
Demam dengue maupun penyakit lain akibat virus dengue merupakan penyakit akibat arbovirus yang endemik terutama di daerah tropik dan subtropik lainnya. WHO sendiri memperkirakan terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus ini setiap tahun di seluruh dunia dan menghasilkan 24.000 kematian setiap tahunnya.
Diagnosis penyakit ini adalah dari gejala klinis yang menunjukkan panas mendadak tinggi disertai dengan gejala-gejala lain yang tidak khas kadang menyerupai gejala flu biasa. Dari tanda klinis didapatkan nyeri mid epigastrik, hepatomegali dan mungkin terdapat tanda-tanda perdarahan. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk diagnosis maupun evaluasi hasil pengobatan.
Saat ini terdapat beberapa teknik untuk mendeteksi infeksi virus dengue yaitu kultur dan isolasi virus, RT-PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction), serologi(IgM dan IgG anti Dengue) dan pemeriksaan hematologi rutin. Isolasi virus atau PCR masih merupakan standar emas untuk mendeteksi virus dengue ini, tetapi terdapat keterbatasan untuk pemeriksaan ini terutama biaya, waktu dan teknik pengerjannya. Pemeriksaan serologi IgM dan IgG antidengue yang secara rutin dan relatif mudah dikerjakan masih mempunyai keterbatasan yaitu ketidakmampuannya mendeteksi proses infeksi lebih awal.
Saat ini terdapat terobosan pemeriksaan baru terhadap antigen nonstruktural-1 dengue (NS1)yang dapat mendeteksi virus dengue lebih awal.

STRUKTUR GENOM DAN REPLIKASI VIRUS DENGUE
Virus dengue merupakan virus RNA rantai tunggal, terdapat empat serotipe yang berbeda yaitu DEN1,DEN2,DEN3 dan DEN4 yang semuanya terdapat di Indonesia. Virus dengue memiliki genom 11 kb yang mengkode 10 macam protein virus yaitu tiga protein struktural (C/protein core, M/protein membrane, E/protein envelope)dan tujuh protein nonstruktural (NS1,NS2a,NS2b,NS3,NS4a,NS4b,NS5).
Pada saat virus masuk ke sel melalui proses endositosis melalui reseptor,genom virus yang terdiri dari RNA rantai tunggal akan dilepaskan ke alam sitoplasma dan digunakan sebagai cetakan atau template untuk proses translasi menjadi prekursor protein yang lebih besar. Pemotongan pada bagian terminal dari poliprotein ini oleh enzim-enzim sel inang(signalase,furin)akan menghasilkan protein-protein struktural yang membentuk partikel virus berselubung. Poliprotein yang tersisa dibutuhkan untuk menghasilkan lebih banyak virus yang nantinya mengulang proses yang sama.
Protein-protein nonstruktural virus tersebut diduga bersama-sama dengan protein-protein host yang belum diketahui, membentuk mesin replikasi didalam sitoplasma sel-sel yang terinfeksi yang mengkatalisis peningkatan jumlah RNA. Sebagai contoh, NS3 dan NS5 mempunyai aktivitas protease, helicase,polymerase yang sangat berperan dalam proses replikasi. NS3 hanya akan aktif bila berikatan dengan NS2b yang mempunyai peran pada protein folding.
RNA baru yang dihasilkan kemudian digunakan lagi untuk proses translasi dan menghasilkan kembali protein-protein virus, untuk sintesis lebih banyak RNA virus atau untuk ankapsidasi kedalam partikel virus. Pada akhirnya virion virion meninggalkan sel melalui proses eksositosis.

PROTEIN NOSTRUKTURAL-1 DENGUE (NS1 DENGUE)
NS1 adalah glikoprotein nonstrukturaldengan berat molekul 46-50 kD dan merupakan glikoprotein yang sangat conserved. Pada awalnya NS1 digambarkan sebagai antigen Soluble Complement Fixing (SCF) pada kultur sel yang terinfeksi. NS1 diperlukan untuk kelangsungan hidup virus namun belum diketahui aktivitas biologisnya. Dari bukti yang sudah ada menunjukkan bahwa NS1 terlibat dalam proses replikasi virus. NS1 sendiri dihasilkan dalam 2 bentuk yaitu membran associated dan secreted form.
Selama infeksi sel, NS1 ditemukan berkaitan dengan organel-organel intrasel atau ditransfer melalui jalur sekresi ke permukaan sel (membran sitoplasma).
Ns1 bukan bagian dari struktur virus tapi diekspresikan pada permukaan sel yang terinfeksi dan memiliki determinan-determinan yang spesifik group dan tipenya.peran NS1 dalam imunopatogenesis juga telah disampaikan berdasarkan temuan anti-SCF antibodies dalam serum pasien-pasien dengan infeksi sekunder tapi tidak pada infeksi primer. NS1 dengue disekresikan ke dalam system sirkulasi darah pada individu yang terjangkit virus dengue dengan konsentrasi yang tinggi pada infeksi primer maupun sekunder selama fase klinik sakit dan hari-hari pertama masa konvalesen (pemulihan).

HASIL PENELITIAN NS1 DENGUE
Dussart dkk melakukan penelitian terhadap 299 sampel serum dari pasien dengan penyakit dengue yang terdiri dari 42 kasus DEN1. 43 kasus DEN2, 109 kasus DEN3, 49 kasus DEN4 dan56 tidak diketahui serotipenya. Lima sampel serum fase akut onset hari ke 3-4, 51 fase konvalesen onset hari ke 5-10. Dussatr juga menambahkan 50 sampel serum fase akut (hari 1-4) pasien yang mengalami dengue like syndrome dan 20 sampel serum yellow fever.
Sampel serum yang terinfeksi dengue dibagi dua yaitu serum fase akut (hari 0-4) dan early convalescent (hari ke 5-10). Semua sampel kemudian diperiksa MAC ELISA (IgM Antibody Captured ELISA) dan NS1 dengue.
Dari penelitian tersebut diperoleh hasil sensitivitas NS1 terhadap PCR sebesar 85% dan terhadap kultur virus 94,1%, dengan sensitivitas total terhadap semua jenis serotipe 88,7%. Sensitivitas pemeriksaan NS1 optimal hari ke 0-4, sementara pemeriksaan serologi dengan MAC ELISA sensitivitasnya hanya 8,6% pada waktu tersebut. Spesivitas NS1 dengue diperoleh sebesar 100%. Kombinasi pemeriksaan NS1 dengue pada fase akut dan MAC ELISA pada fase konvalesen akan meningkatkan sensitivitas dari 88,7% menjadi 91,9%.
Penelitian lain dilakukan oleh Kumarasamy dkk yang menggunakan sampel pasien yang sudah dikonfirmasi dengan RT-PCR dan atau isolasi virus. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa sensitivitas reagen komersial dengue NS1 antigen-capture ELISA untuk infeksi virus dengue akut sebesar 93,4% dan spesivitasnya 100%. Sensitivitas untuk dengue primer sebesarakut sebesar 97,3 % dan untuk dengue akut sekunder sebesar 70%. Nilai ramal positif dan negatif masing-masing sebesar 100% dan 97,3%. Positive isolation rate isolasi vrus secara keseluruhan adalah sebesar 68% (73,9% untuk dengue pimer akut dan 31% untuk dengue sekunder akut) sedangkan positive detection rate RT-PCR secara keseluruhan adalah 66,7% (65,2% untuk dengue primer akut dan 75,9% untuk dengue sekunder akut). Dari hasil penelitian tersebut, Kumarasamy menyimpulkan bahwa reagen komersial dengue NS1 antigen-capture ELISA dapat lebih superior dibandingkan isolasi virus dan RT- PCR untuk diagnosis laboratorium infeksi dengue akut berdasarkan sampel tunggal.

PENUTUP
Pemeriksaan dengue NS1 antigen dapat mendeteksi infeksi akut lebih awal dibandingkan pemeriksaan antibodi dengue. Deteksi lebih awal adanya infeksi dengue ini sangat penting karena kita dapata melakukan terapi suportif dan pemantauan pasien segera dan dapat mengurangi risiko komplikasi maupun kematian.

About these ads

35 responses to “PEMERIKSAAN ANTIGEN NS1 DENGUE

  1. robertusarian

    Kapan kita bisa memeriksa NS1 pada pasien dengan demam (hari keberapa dan apakah perlu pengulangan), dan apakah masih perlu pemeriksaan IgM dan IgG anti dengue? Salam!

  2. abidfahruddin

    maf nih, lama g online. ns1 karena yang diperiksakan adalah partikel virus dapat diperiksakan pada hari ke 0-4 dari mula munculnya panas. Pengulangan saya rasa tidak efektif lagi mengingat setelah hari ke 4 kadar dalam darah sudah menurun. Kalo pada hari ke 4-7 sudah saatnya dilakukan pemeriksaan lain yaitu antibodi IgG/IgM dengue krn antibodi thd dengue sudah mulai terbentuk.tks

  3. Terima kasih informasinya. Salam!

  4. ns-1 antigen apakah bisa bereaksi silang dengan penyakit lain

  5. he..he…

  6. abidfahruddin

    secara pasti saya masih belum menemukan jawaban pastinya. Tapi NS1 Antigen ini terdapat pada hampir semua jenis virus influenza. Jadi masih ada kemungkinan untuk terjadi reaksi silang.Saat ini kami sedang meneliti kejadian false positif maupun false negatif ns1 di RS kami, moga2 masih bisa konsisten.
    Terima kasih

  7. Apakah anda menemukan hasil positif palsu selain pada kasus DBD? mengingat resiko positif juga pada virus2 RNA lain? Mohon penjelasan …

  8. abidfahruddin

    dari pengalaman beberapa sejawat, kasus positif palsu seringkali bersamaan dengan kasus typhoid, tapi ini belum ada studi ilmiahnya. Yang sudah ada bukti bereaksi silang adalah virus japanese encephalitis.tks

  9. Istri saya stelah di cek darah di lab hasilnya NS-1 Positif, sementara trombosit 253.000, eritrosit kurang, Hb kurang, leukosit terlalu banyak. Apa artinya?? (makasih)

  10. abidfahruddin

    NS! positif berarti istri bapak “hampir” pasti terkena infeksi virus dengue (penyebab Demam Berdarah), meskipun beberapa virus spt Japanese encephalitis juga memberikan hasil yg positif pd pemeriks NS! ini tetapi kasusnya sgt jarang di Indonesia. NS1 ini mrp deteksi dini jadi tidak perlu menunggu trombosit rendah untuk penegakan diagnosis. Kalo melihat hasil lab yang lain, harus dikonfirmasi dg keluhan dan tanda2 fisik di tubuh istri bpk. Krn ‘biasanya’ infeksi virus dengue kadar lekositnya cenderung rendah, kecuali kalo ada infeksi oleh kuman lain… Pemeriks laborat hanyalah alat penunjang penegakan diagnosis, wawancara dan pemeriks fisik oleh dr tetaplah yg utama.segera konsultasikan dg dr anda.semoga membantu

  11. Ristiyanto DS

    Salam kenal..
    Boleh gabung gak dengan milis NS1-nya?saya bukan sapa2, cuma karyawan salah satu perusahan yang memasarkan produk Dengue NS1 yang dicombine dengan IgG/IgM.Bisa gak kasih saran bgmn mengedukasi analis atau pun pihak-pihak terkait akan arti pentingnya NS1 dalam hal meminimalisasi korban DBD?Thanx

  12. apakah NS1 setiap serotipe DEN1,DEN2,DEN3 dan DEN4 sama?
    jika protein NS1 dari serotipe DEN1 digunakan untuk diagnosis serotipe DEN1,DEN2,DEN3 dan DEN4 apakah bisa?
    yang membedakan antara dengue serotipe DEN1,DEN2,DEN3 dan DEN4 apanya?

  13. jk NS1 + tp Ig G dan Ig M negatif apakah masih mungkin dengue?

  14. Alo, saya hari minggu siang mulai mencret2(maaf) air, kurang lebih 5 kali sehari. Lalu malamnya saya mulai demam. Hari senin pagi demam hilang, saya pergi bekerja. Sekitar jam 2 siang, badan saya lemas sekali, perut mulas, kepala saya berat banget seperti melayang. Lalu saya pulang ke rumah dan suhu tubuh saya mencapai 38.7^C. Lalu menurun sampai saya terkahir cek suhu 37.1 sekitar pukul 8 malam. Paginya suhu tubuh saya masih di 37.3. Lalu siang, demam saya menghilang sampai malam. Saya telah cek NS1 tadi pagi dan hasil negatif. Apa saya harus cek ulang atau apa ada saran lain yg harus saya perhatikan? Thx ya..

  15. abidfahruddin

    Saya rasa kasus anda bukanlah kasus DBD, pemeriksaan NS1 untuk anda sebenarnya belum perlu, jadi tidak perlu mengulang pemeriksaannya. Justru kecenderungan sumber panasnya berasal dari mencretnya. Semoga membantu

  16. hasil pemeriksaan NS-1 hari ke-3 pada pasien saya positif dengan trombosit 195.000, namun di hari ke-5 trombosit masih 178.000. Mohon masukan dan terima kasih

  17. abidfahruddin

    kalo gejala klinis dan pemeriksaan fisiknya mendukung, saya rasa ini Dengue Fever. Banyak kasus di tempat saya yang tidak diikuti dengan penurunan trombosit, tapi tetap harus waspada dengan evaluasi hematokrit dan Hb untuk mengetahui ada tidaknya plasma leakage. Tks

  18. bagi literatur donk mas mengenai NS 1.Saya lagi penelitian nih….ada nggak..makasih ya

  19. Anak saya umur 10 tahun tgl. 2 Maret sekitar jam 3 sore demam, malamnya saya kasih obat penurun demam. Untuk amannya Rabu pagi saya bawa ke dokter specialis anak, dan dites darahnya dg hasil trombosit 183.000 dan DBnya negatif. Hari itu dokter menyarankan agar anak saya dirawat inap dan selama hari rabu mengalami 3 kali demam sampai 39.7C. Hari Kamis suhunya berkisar 37-37,5C. Jum’at 36.6C dan tes darah menunjukan trombositnya 211.000 dan tidak ditest denguenya, menurut perawat test dengue hari Minggu. Jadi sebenarnya anak saya itu sakit apa ya?

  20. boleh th rfrensi anda membuat artikel ini??
    terlebih utk apa itu protein struktural dan hasil penelitianny…
    terima kasihhh
    ^^

  21. protein struktural ada 3 (C/protein core, M/protein membrane, E/protein envelope)
    protein struktural untuk membentuk “body” dari virus.
    di Indonesia sudah ada beberapa yang meneliti protein E (envelope) rekombinant yang digunakan untuk diagnosis dengue.

    bergabung bersama kami di biotech_indonesia@googlegroups.com

  22. abidfahruddin

    tks mas aris

  23. minta saeannya, kalo panas selama 2 hari & dihari ke3 menjad panas dingin tapi ditest trombosit normal apa perlu dilakukan test NS1…
    terimaksaih :)

  24. abidfahruddin

    perlu bu, tapi hasil negatif belum menyingkirkan kasus DBD.

  25. Terimakasih atas infonya yg berharga, mau nanya dan butuh jawaban cito ni. Anak saya panas dan pada tgl 26 sudah hr keempat. sebaiknya periksa NS1 atau IgG IgM anti dengue, dan akurasinya lebih kuat mana?

  26. Maaf dok….setelah saya baca2 komen komen diatas saya menarik kesimpulan kalau sebenarnya pemeriksaan NS1 masih blm bisa menegaskan kalau pasien terdiagnosis DHF….jadi pemeriksaan Antibodi dan pemeriksaan lain masih diperlukan……

    kalau begitu Cost yg dikeluarkan pasien akan lebih besar dong…..

  27. Mbak saya tanya, kemaren saya demam badan saya rasanya ngilu semua, saya tidak ada gejala mau flu, cuma panas aja. Setelah saya cek di lab hasilnya anti dangue IGM saya positif tetapi anti dangue IGG negatif maksudnya apa tuh mbak?

  28. abidfahruddin

    sedang terkena DBD

  29. NS1 tidak untuk membedakan serotipe. Hanya bermanfaat untuk mendeteksi apakah ada protein NS1 yang merupakan komponen virus dengue sehingga bisa menunjukkan apakah seseorang terserang infeksi dengue atau tidak. Pemeriksaan ini paling tinggi nilai gunanya pada hari ke-2 demam dimana mencapai 90% akurat, mulai hari ke-3 demam nilai gunanya akan semakin menurun.

    Kalau untuk membedakan DBD dan Demam Dengue biasa tidak bisa dengan NS1. Bisa dengan menggunakan pemeriksaan dengue blood dimana hasil pemeriksaannya nanti adalah IgG dan IgM (antibodi) terhadap dengue.

    Demam dengue terjadi pada infeksi pertama tubuh oleh dengue dimana tubuh diserang oleh 1 serotipe. DBD terjadi bila orang yang sebelumnya pernah terinfeksi oleh 1 serotipe dengue tertentu lalu terserang infeksi lagi namun oleh serotipe dengue yang berbeda.

    IgM akan terbentuk mulai dari demam hari ke-4 sedangkan IgG mulai demam hari ke-14. Pada demam dengue dimana pasien baru terserang oleh 1 serotipe virus saja maka pemeriksaan pada hari ke-4 akan memunculkan hasil IgM yang positif tapi IgG negatif. Sedangkan pada DBD dimana pasien sudah terserang oleh 2 serotipe yang berbeda (kalau tertarik silakan baca teori secondary infection) maka IgM dan IgG keduanya akan memberikan nilai positif. Namun yang perlu dicatat disini, IgG yang positif di demam hari ke-4 pada DBD bukanlah merupakan antibodi untuk serotipe virus yang sedang menginfeksi saat ini, namun merupakan antibodi yang sudah dimiliki oleh tubuh terhadap serotipe lain yang berbeda yang disebabkan oleh karena sebelumnya pasien sudah pernah terserang oleh dengue namun dari serotipe yang berbeda. Jadi disini terdapat kesalahan di sistem imun kita, salah menganggap bahwa sekarang kita terserang oleh serotipe yang sama dengan serotipe dengue yang sebelumnya pernah menyerang kita. Sebagai akibatnya, walaupun sudah ada antibodi IgGnya namun tetap tidak bisa membunuh virus dan virus tetap bereplikasi, karena merupakan IgG dari serotipe yang berbeda. Hal ini disebabkan ke-4 serotipe dengue sangat mirip sehingga sulit dibedakan.

    Namun untuk membedakan Demam Dengue dan DBD sebenarnya cukup dengan melihat angka trombosit dan hematokrit dari pemeriksaan darah rutin. Dimana pada DBD akan terjadi penurunan trombosit dan peningkatan hematokrit. Pada Demam dengue tidak ada penurunan hematokrit, dan penurunan trombosit kalaupun ada tidak akan setajam pada DBD dan jarang sampai di bawah 100.000

    Salam, semoga bermanfaat.

  30. abidfahruddin

    Thank you……

  31. abidfahruddin

    Terimakasih

  32. dr.budiardjo

    Apakah akan SELALU terjadi DBD bila orang terinfesi 2 macam virus yang berbeda typenya dgn hasil laboratorium hari 0-4: NS1 + IgG +

  33. dr.budiardjo

    Kalau setelah hari ke 4 IgM+ dan IgG+ ( di hasil tes apakah disebutkan dari virus type berapa terinfeksinya?)
    Ini bisa 1/dulu pernah infeksi 1 type virus, lalu type virus lain infeksi lagi
    2/ dulu pernah infeksi 1 type virus, lalu type virus yang sama infeksi lagi
    IgM terbentuk setelah hari ke4,dan akan hilang atau tidak dari badan setelah beberapa waktu
    Kalau orang terinfeksi dgn virus yang sama IgM akan muncul lagi atau tidak pada infeksi ke2
    Kalo hasil tes tak disebutkan jenis virusnya type berapa
    Kalo kita temukan hasil tes setelah hari ke4 IgM+ dan IgG+
    Ada 2 kemungkinan 1/dbd
    2/ bukan dbd karena IgM+ karena infeksi baru
    IgG+ tapi dari virus yang sama tapi infeksi yang dulu
    Terima lasih

  34. Gejala Awal
    Gejala klinis demam berdarah dengue pada saat awal penyakit (hari demam 1-3) dapat menyerupai penyakit lain seperti radang tenggorokan, campak, dan tifus. Gejala yang membedakan satu dengan yang lain yaitu gejala yang menyertai gejala demam berdarah seperti tertera di atas.

  35. Pingback: PEMERIKSAAN NS1 DENGUE PADA PENDERITA DEMAM « Infosehat09hartonoprasetyo's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s