PAKAI PUYER PUN GA MASALAH !

Beberapa minggu ini, polemik puyer mengemuka di salah satu televisi swasta. Dengan bahasa jurnalistik dan investigasi yang cukup dalam, televisi ini berhasil menarik perhatian masyarakat. Pro kontra yang muncul bukan hanya dari kalangan masyarakat, dari dunia medis pun muncul pro kontra.

Puyer dalam bahasa medis disebut pulves/pulveres adalah salah satu bentuk sediaan obat yang telah diakui selama bertahun-tahun. Bentuk sediaan ini berbentuk serbuk yang terdiri dari campuran beberapa obat atau bahan lain yang dapat diberikan kepada pasien. Dengan manfaat selama bertahun-tahun, beberapa puyer yang terbukti memberi manfaat oleh pabrik obat dijadikan bentuk yang sudah paten, APC misalnya. Obat paten ini terdiri dari beberapa obat yaitu Aspirin, Parasetamol dan Caffein. Ini hanyalah salah satu contoh dari manfaat bentuk sediaan puyer. Ada lagi obat yang memang tidak dapat dibentuk dalam sediaan lain atau bentuk terbaik obat ini adalah puyer,probiotik misalnya. Hal tersebut menunjukkan kalau puyer bukanlah hal yang berbahaya, melanggar hukum ataupun merugikan pasien.

Kalau kita cermati dari polemik puyer ini adalah bukan hal yang secara substantif berkaitan dengan sediaan puyer. Terdapat hal lain yang lebih bersifat teknis, seperti rasionalitas pemberian obat dan campuran obat, cara pembuatan obat maupun soal keamanan obat ketika ditangan pasien. Hal yang paling mendasar adalah rasionalitas dari dokter penulis resep puyer. Mengingat semakin banyaknya jenis obat, semakin meningkatnya resistensi obat, dan beragamnya penyakit serta keluhan penderita membuat dokter dituntut lebih keras untuk belajar dan terus belajar. Akibat dari banyaknya faktor yang berpengaruh dalam penulisan resep oleh dokter, wajar kalau pihak luar tidak percaya dokter mampu memenuhi harapan pasien mengenai rasionalitas obat ini. Ini adalah tantangan besar bagi dunia medis bukan hanya para praktisi, dunia pendidikan dan pihak regulator untuk menunjukkan konsistensinya menjaga sumpahnya untuk selalu mengutamakan kesehatan penderita. Bagaimana menurut anda ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s