JANGAN MINTA FOGGING ! BERBAHAYA !

Bulan-bulan terakhir ini, kasus demam berdarah mulai memenuhi ruang-ruang perawatan di rumah sakit negeri maupun swasta. Suatu problem yang tak pernah berakhir. Kasus kematian akibat penyakit demam berdarah ini juga masih tinggi, jarang pernah turun dari tahun ke tahun.
Demam berdarah sendiri disebabkan oleh virus Dengue yang terdiri dari empat tipe; DEN1, DEN2, DEN3, DEN4 yang masing-masing menunjukkan ciri khas sendiri baik dari sisi virusnya maupun akibat ke penderita yang ditularinya. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang dengan baik di genangan air.

Mengenal Aedes Aegypti
Nyamuk Aedes aegypti, biang keladi DBD badannya hitam berbintik putih, lebih kecil dari nyamuk biasa. Uniknya yang menggigit manusia hanya yang betina saja sementara yang jantan hanya tertarik pada cairan yang mengandung unsur manis seperti bunga atau tumbuhan lain. Mereka mempunyai kebiasaan menggigit berulang kali, jadi bisa beberapa orang tergigit.
Nyamuk ini memang tergolok eksklusif karena dia tidak suka di tempat yang kotor dan jorok. Untuk bertelur dan berkembang biak dia memilih tempat air yang bersih atau genangan air bersih dengan dinding yang bersifat vertikal dan terlindungi dari sinar matahari. Nyamuk betina hidup rata-rata hanya 10 hari, waktu yang cukup untuk pertumbuhan virus dalam tubuhnya yang bersifat infeksius. Ia bertelur 3 hari ditempat yang bersih setelah mengisap darah kemudian setelah 24 jam mengisap darah kembali dan bertelur lagi.
Telurnya berjumlah ratusan berbentuk bintik lembut berwarna kehitaman yang melekat persis dipermukaan air yang berhadapan langsung dengan sisi tegak dinding. Dalam 6-8 hari telur berubah menjadi nyamuk. Karena daya terbang hanya dalam radius pendek yakni 100-200m maka nyamuk ini hanya mencari mangsa di sekeliling saja.

Kenapa harus di fogging ?
Fogging pada awalnya adalah salah satu tindakan untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti, dengan menggunakan bahan kimia yang berfungsi sebagai insektisida bernama Malathion yang kadang dicampur dengan minyak tanah, diharapkan dapat membunuh nyamuk pembawa virus demam berdarah ini. Tapi Malathion hanya dapat membunuh nyamuk dewasa saja , dan seperti daur hidupnya, jentik/ telur nyamuk ini dalam waktu 6-8 jam akan berubah menjadi nyamuk dewasa. Efektifkah tindakan fogging tadi ? Tentu TIDAK.
Sekarang kita bicara tentang Malathion, suatu insectisida yang biasa digunakan sebagai bahan untuk fogging. Malathion mempunyai nama kimia Dimethoxy Phosphino Thioyl Thio Butanedioic Acid Diethyl Ester (ga perlu dihafal). Bahan kimia ini telah diteliti di dua universitas di Amerika yaitu University of Florida dan University of South Florida. Dari penelitian ini setidaknya ada tiga belas macam akibat yang ditimbulkan Malathion kepada manusia. Belum lagi efek Malathion kepada hewan dan tumbuhan yang terkena.
Pada tahun 1976 di Pakistan, pernah dilakukan fogging massal untuk memberantas malaria. Akibat fogging tersebut dilaporkan lima orang meninggal dan 2800 orang keracunan. Dari Jurnal Epidemiolgy tahun 1992 juga diteliti mengenai hubungan antara paparan Malathion dengan kejadian kelainan gastrointestinal (saluran cerna), dan ternyata ditemukan bahwa wanita hamil yang terpapar malathion mempunyai risiko 2,5 kali lebih besar anaknya menderita kelainan gastrointestinal.
Masalah lain yang juga pernah diteliti adalah paparan terhadap malathion ini mengakibatkan Leukemia pada anak-anak, Aplastik anemia, Gagal ginjal, Defek pada bayi baru lahir, kerusakan gen dan kromosom, kerusakan paru dan penurunan sistem kekebalan tubuh.
Malathion juga diduga mempunyai peran terhadap 28 gangguan, mulai dari gangguan gerakan sperma hingga kejadian hiperaktif pada anak. Meskipun pihak pembuat bahan ini telah melakukan uji keamanan, kita harus semakin menyadari bahwa ada risiko-risiko yang akan kita tanggung apabila terpapar bahan tersebut. Untuk lebih jelas mengenai bahaya malathion dapat mengunjungi situs http://www.chem-tox.com/malathion/ . Di situs ini dapat kita lihat betapa berbahayanya penggunaan Malathion dalam penggunaan sehari-hari.
Upaya 3M plus masih jauh lebih baik daripada sekedar melakukan fogging yang kadang-kadang juga dilakukan hanya untuk menyenangkan masyarakat tanpa mendidik masyarakat akan bahayanya.
Semoga bermanfaat.

13 responses to “JANGAN MINTA FOGGING ! BERBAHAYA !

  1. Bagus Pak, momennya pas utk meluruskan opini masyarakat.

  2. Bagaimana dengan abate pak?.apa bahayanya.

  3. jangan mau diffoging, biarpun nyamuknya hilang untuk sesaat tapi yang datang lebih banyak daripada yang diberantas……..
    bisa-bisa yang diberantas nyamuk tapi yang hilang malah binatang-binatang peliharaan kita……..!

  4. abidfahruddin

    betul.3M plus memakai kelambu atau lotion nyamuk jauh lebih efektif untuk pencegahan

  5. abidfahruddin

    abate telah dinyatakan aman oleh WHO pak, untuk lebih jelas bisa dibaca di http://www.wartamedika.com

  6. ijin kopi yh…
    Kalo boleh menmbahkan sedikit…
    Nyamuk aedes yg tidak mati di fogging..akan menjadi nyamuk yang kuat terhadap foging baik malathion, icon atau yang lain..
    Kebersihan lingkungan adalah yang paling utama

  7. bagoeeessssssss, pinjem buat selebaran di kampung nggeh

  8. Terimakasih sekali pak informasinya, terutama untuk kami jasa pengendalian hama industri, comercial dan residensial. Informasi ini juga menambahkan referensi di Remapest Academy (Kelas training internal dan external kami), sebagai bahan diksusi. Pada dasarnya memang Malathion sudah tidak digunakan lagi oleh jasa pengendalian hama kelas menengah keatas, karena bau nya yangs angat menyengat, malathion sendiri sudah masuk ke dalam daftar larangan pemakaian (terutama di perusahaan kami). Fogging sah-sah saja selagi penggunaannya sesuai dengan aturan HSE yang berlaku dan dibarengi dengan pengembunan dan penggunaan spraying pada area lainnya serta penebaran Abate. Dan, keikutsertaan dari pihak klient sangat penting yaitu, : 3M (menguras, mengubur dan menutup).

    Terimakasih

    Remapest Academy
    http.://www.remapest.com

  9. abidfahruddin

    Tks. Senang bisa membantu.

  10. apakah fogging smua menggunakan malathion? mengingat sudah dilarang apakah ada bahan yg lain untuk fogging? jika pada masyarakat bisa diterapkan hanya 3M dan abate, bagaimana jika pada perusahaan atau pabrik yang jika 3M dan abate saja masih kurang efektif, mohon solusinya.. terima kasih

  11. abidfahruddin

    Saya pernah dengar yg non malathion, cuma lupa namanya apa. Bisa bantu saya?

  12. Ini info dari blog depkes ato bukan ya..klo itu memang dari depkes kan kita yakin fogging berbahaya..

  13. abidfahruddin

    Bukan blog nya depkes, ini pendapat pribadi saya, mungkin saat ini sudah ada bahan fogging yg lebih aman. Yg perlu diperhatikan disini adl fogging bukanlah satu2nya cara utk mencegah dbd. 3M saya rasa jauh lebih efektif drpd fogging,lebih aman juga kan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s