MIKROALBUMINURIA, DETEKSI DINI KOMPLIKASI SINDROM METABOLIK

Sindrom metabolik, kata ini mungkin asing di telinga kita, kita mungkin lebih mengenal diabetes mellitus atau hipertensi dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya sindrom metabolic merupakan istilah yang dikemukakan untuk menggambarkan kumpulan gejala atau penyakit yang terjadi pada seseorang. Sindrom metabolic ini terdiri dari diabetes mellitus atau kencing manis, hipertensi atau darah tinggi, dislipedimia atau kolesterol, hiperuricemia atau asam urat ditambah dengan ukuran lingkar perut.
Sindrom ini dikemukakan mengingat adanya hubungan dari masing-masing penyakit, misalnya saya menderita darah tinggi dan kencing manis, maka pengobatan yang saya lakukan harus lebih agresif. Kenapa begitu, karena risiko saya untuk mengalami komplikasi penyakit lebih besar daripada bila saya hanya menderita salah satu penyakit saja.
Beberapa komplikasi yang muncul akibat sindroma metabolic antara lain serangan stroke, serangan jantung, kebutaan dan gagal ginjal. Komplikasi ini muncul akibat gangguan pembuluh darah yang mengakibatkan gangguan aliran darah, padahal darah sendiri membawa makanan yang harus didistribusikan ke setiap sel tubuh kita. Maka tergantung sel mana yang ‘kelaparan’ dulu, kalau sel-sel ginjal maka muncul gagal ginjal, kalau sel-sel jantung bisa muncul serangan jantung, begitu juga sel-sel organ yang lain.
Salah satu deteksi dini komplikasi sindrom metabolic adalah mikroalbuminuria, pemeriksaan ini diambil dari air kencing sehingga tidak menyakitkan. Dasar pemeriksaan ini yaitu apabila suatu organ dalam hal ini ginjal mengalami gangguan maka fungsi dari ginjal akan terganggu, salah satu fungsinya adalah sebagai filter atau penyaring. Ginjal menyeleksi apakah suatu bahan sudah layak untuk dibuang sebagai air kencing atau masih bisa dipergunakan oleh tubuh, bila masih bisa digunakan maka tidak akan dibuang oleh ginjal. Tetapi bila ada gangguan maka bahan ini akan ikut terbuang dalam air kencing.
Salah satu bahan yang penting bagi tubuh adalah mikroalbumin, yang merupakan fraksi kecil dari protein. Kita tahu bahwa protein berguna dalam pembentukan otot dan merupakan salah satu sumber energi yang penting bagi tubuh kita. Karena penting maka seharusnya mikroalbumin ini tidak boleh dibuang oleh tubuh. Mengingat ukurannya yang kecil, maka ‘kebocoran’ atau gangguan kecil dari ginjal, sudah mempengaruhi kadar mikroalbumin dalam air kencing. Kadar > 25 dalam air kencing sudah merupakan tanda adanya kebocoran dalam ginjal.
Masalah di ginjal ini bisa kita generalisir ke organ yang lain, jadi apabila kadar mikroalbuminurine ini meningkat menunjukkan adanya gangguan di ginjal maka organ-organ yang lain seperti jantung, mata, otak hamper bisa dipastikan juga mengalami gangguan yang sama. Mungkin yang berbeda adalah tingkat keparahannya yang tergantung dari tingkat kerusakan pembuluh darah yang ‘memberi makan’ organ tersebut.
Lalu apabila kadar mikroalbumin dalam kencing kita tinggi, apa yang harus dilakukan? Karena ini merupakan deteksi dini, maka kondisi ini bisa kembali normal kecuali apabila sudah masuk dalam kondisi terminal dimana organ sudah tidak mampu lagi memperbaiki diri. Tapi apabila belum mencapai tahap terminal, kadar mikroalbumin dalam urine ini bisa kembali normal. Kuncinya ada pada regulasi atau pengaturan dari penyakit pokoknya.Usahakan agar penyakit pokok bisa diatur sehingga mencapai kadar normal, lalu pertahankan dengan control teratur ke dokter. Contohnya apabila anda menderita kencing manis usahakan agar kadar gula puasa tidak lebih dari 126 mg/dl dan dua jam setelah makan tidak lebih dari 140 mg/dl. Mempertahankan kadar gula ini akan memberi kesempatan tubuh untuk memperbaiki sel-selnya yang rusak. Cara ini juga berlaku untuk penyakit pokok yang lain, baik darah tinggi, kolesterol maupun asam urat. Semoga bermanfaat

3 responses to “MIKROALBUMINURIA, DETEKSI DINI KOMPLIKASI SINDROM METABOLIK

  1. Waah..tulisan yang memberi manfaat banyak, Jadi tahu dan bertambah ilmu

  2. hubungan antara kadar protein urine sama ureum darah bagaimana y?
    ibu saya kakinya bengkak,kata dokter sih curiga ginjalnya,,,
    tp saat diperiksa faal ginjalnya hasil BUN,CREAT&URIC ACID normal, , ,
    mohon dberi pencerahan,trimakasih.

  3. abidfahruddin

    Ureum darah meningkat menandakan fungsi ginjalnya turun, klo fungsi ginjalnya turun biasanya fungsi utk mereabsorbsi protein juga menurun, akibatnya protein akan dibuang dalam urine. Hasilnya protein dalam urine akan positif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s