MENILAI MUTU LABORATORIUM

Mutu laboratorium menjadi masalah yang krusial, saat ini laboratorium bukan hanya menjadi penunjang dokter dalam menentukan diagnosis, bahkan telah menjelma menjadi penentu diagnosis itu sendiri. Banyak masalah yang erat kaitannya dengan mutu laboratorium itu sendiri. Biaya yang mahal, pengetahuan yang terbatas, kesempatan dan kemauan melaksanakan secara konsisten adalah tantangan yang harus dihadapi dalam menjaga mutu suatu laboratorium.
Di dunia laboratorium, mutu didefinisikan sebagai kemampuan laboratorium dalam mempertahankan presisi dan akurasi pemeriksaan yang dilakukannya. Presisi adalah kemampuan suatu metode dalam menghasilkan hasil yang berbeda apabila dilakukan pada sampel yang sama secara berulang-ulang. Sebagai contoh, apabila darah saya diambil untuk diperiksa kadar gulanya dan diperiksa berulang-ulang sebanyak sepuluh kali, maka metode pemeriksaan yang memiliki presisi yang baik akan memberikan hasil yang tidak jauh berbeda satu sama lain, secara statistik, impresisi (ketidakpresisian) dari suatu metode dapat dinilai dengan menghitung standar deviasi dan koefisien variasi dari pemeriksaan berulang tersebut. Semakin besar standar deviasi dan koefisien variasinya maka semakin TIDAK presisi metode tersebut.
Sedangkan akurasi didefinisikan sebagai kemampuan suatu metode pemeriksaan untuk memberikan hasil beda dengan ‘nilai benar’ (true value). Disini diperlukan suatu larutan yang telah diketahui kadarnya yang disebut sebagai larutan standar sebagai dasar ‘nilai benar’. Sebagai contoh, apabila saya mempunyai larutan standar berisi glukosa 100 mg/dl kemudian saya periksakan di laboratorium maka beda antara hasil yang diperoleh dengan nilai sebenarnya itulah yang menunjukkan keakurasian metode tersebut.
Presisi dan akurasi inilah yang harus selalu dijaga oleh laboratorium sehingga mutu hasilnya benar-benar dapat dijamin. Untuk memastikannya maka laboratorium harus melakukan Pemantapan Mutu Internal (PMI) dan Pemantapan Mutu Eksternal (PME). PMI dilaksanakan setiap hari di laboratorium dengan menggunakan bahan kontrol yang sama dan mempunyai nilai rentang. Apabila pada pemeriksaan menggunakan bahan kontrol ini memberikan hasil diluar rentang maka laboratorium wajib mencari penyebabnya dan alat tidak boleh dijalankan untuk pemeriksaan hingga hasil kontrol masuk kembali ke dalam rentang yang telah disesuaikan. Kendala yang sering dihadapi laboratorium adalah mahalnya harga bahan kontrol, pengetahuan yang minim dari operator mengenai interpretasi hasil kontrol dan kemauan dari pimpinan atau pemilik laboratorium untuk menjalankan PMI ini.
Pemantapan Mutu Eksternal (PME) dilakukan oleh pihak diluar laboratorium, bisa pemerintah, organisasi profesi atau pihak swasta. Tidak ada kewajiban bagi laboratorium untuk melakukan PME karena sifatnya sukarela. PME ini dilakukan secara periodik dalam jangka waktu tertentu. Prosedurnya adalah lembaga penyelenggara PME mengirimkan suatu sampel yang harus diperiksa oleh laboratorium peserta, kemudian hasil dari laboratorium- laboratorium peserta ini dikumpulkan untuk mendapatkan nilai referensinya. Dari nilai referensi inilah dapat dinilai apakah akurasi suatu laboratorium itu baik, sedang, kurang atau buruk. Karena itu semakin banyak peserta misalnya pada PME yang dilakukan secara global (internasional) maka semakin baik nilai referensi yang dihasilkan. Pihak penyelenggara biasanya memberikan feedback untuk perbaikan yang bisa dilakukan di laboratorium. Masalah biaya dan keengganan pimpinan laboratorium kembali menjadi penyebab suatu laboratorium untuk melaksanakan PME.
Karena PMI dan PME ini sangat berkaitan dengan metode dan alat yang digunakan masing-masing laboratorium, maka hasil PMI dan PME ini juga spesifik untuk laboratorium tersebut berada, sebagai contoh, apabila saya mempunyai lima laboratorium di tempat yang berbeda maka hasil PMI dan PME untuk satu tempat tidak dapat digunakan untuk keempat laboratorium lainnya karena variasi tiap alat,metode,kondisi ruangan dan kemampuan operator masing-masing tempat juga berbeda.
Maka apabila kita mempunyai sebuah perusahaan dan hendak melakukan general check up untuk karyawan kita, jangan lupa meminta hasil Pemantapan Mutu Internal maupun Pemantapan Mutu Eksternal yang dilakukan oleh laboratorium tersebut, karena dari sanalah kita bisa mengetahui mutu dan komitmen laboratorium tersebut dalam menjaga kualitas hasil yang dikeluarkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s